Senin, 30 November 2015

Video Streaming Menggunakan VLC

      Streaming Server adalah sebuah web server atau aplikasi yang terinstal di dalam sebuah server yang digunakan untuk menjalankan file video atau audio secara real-time atau streaming di internet. Streaming server mengizinkan kita untuk meletakkan file-file audio atau video secara terpisah dari web server yang kita jalankan. Situs-situs yang menyediakan layanan streaming video atau audio menggunakan streaming server untuk menjalankan layanannya. Contoh situs-situs yang menggunakan streaming server diantaranya Youtube, Metacafe, dan Megavideo.

      Software untuk membuat streaming server adalah VLC (Video Lan Client). VLC merupakan perangkat lunak (software) pemutar beragam berkas (file) multimedia, baik video maupun audio dalam berbagai format, seperti MPEG, DivX, Ogg, dan lain-lain. Salah satu kelebihan yang paling menonjol dari VLC Media Player adalah kelengkapan codec yang dimiliki. Dengan kata lain, VLC dapat memutar hampir seluruh jenis berkas audio maupun video yang ada. Bahkan, program ini juga bisa dijadikan sebagai server untuk kebutuhan streaming di jaringan lokal dan internet.
 
   Langkah-langkah membuat video streaming server menggunakan VLC adalah sebagai berikut :

1.Install aplikasi VLC pada Windows.

Jika sudah ter-install, bukak aplikasi tersebut dan pilih menu Media dan klik stream atau tekan Ctrl+S 

Lalu “Add” video yang akan di streaming, jika sudah maka klik “Stream”.

Dan akan muncul source seperti pada gambar di bawah ini, klik next  :
Destination dengan menggunakan HTTP, pada profile pilih jenis outputnya audio video, salah satunya “Video- MPEG-2 + MPGA (TS)” (seperti pada gambar di bawah ). Jika sudah klik “Next”
 Kemudian klik Add akan muncul sebagai berikut :
 Isikan seperti pada gambar di atas, mulai dari port yang dipakai dan pemberian nama “Path” nya. . Jika sudah klik “Next”. Perbedaan Destination dengan Menggunakan HTTP maupun RTSP terletak pada Port yang digunakan. Jika HTTP menggunakan port 8080, maka RTSP menggunakan port 8554.
 Untuk kualitas penanyangan dapat kita tentukan sendiri. Kualitas video yang rendah mempercepat penanyangan live streaming, begitu sebaliknya.Kemudian klik “Next”.
Klik “Stream”. Maka secara otomatis Video yang kita jadikan streaming akan “play”.
Untuk streaming (melihat) video pada PC Client terlebih dahulu kita harus melakukan konfigurasi pada PC Client. Seperti berikut :
Buka VLC di PC Client, dan klik “Media” pilih “Open Network Stream”.  
Pada Tab “Network” isikan alamat URL nya, isikan alamat IP, Port dan nama Path  pada URL nya. IP yang digunakan adalah IP Server.
  Jika sudah, maka kita sudah bisa melakukan streaming dengan meng-klik Play.PC Client akan menayangkan apa yang ditayangkan oleh PC Server.

Kamis, 19 November 2015

USER MANAGER & RADIUS SERVER PADA MIKROTIK

UserManager merupakan fitur AAA server yang dimiliki oleh Mikrotik. Sesuai kepanjangan AAA (Authentication, Authorization dan Accounting), UserManager memiliki DataBase yang bisa digunakan untuk melakukan autentikasi user yang login kedalam network kita, memberikan kebijakan terhadap user tersebut misalnya limitasi transfer rate, dan juga perhitungan serta pembatasan quota yang dilakukan user kita nantinya.
UserManager ini akan memudahkan kita yang ingin membuat layanan internet publik secara luas, misalnya hotspot-hotspot di cafe, mall, hotel dan sebagainya, karena dengan menggunakan UserManager ini kita cukup membuat 1 account user, dan account user tersebut bisa digunakan atau diakses dari router-router Hotspot yang sudah kita pasang.
Informasi service yang bisa kita simpan dalam database UserManager meliputi:
  • HotSpot users.
  • PPP (PPtP/PPPoE) users.
  • DHCP Lease.
  • Wireless AccessList.
  • RouterOS users.
Hotspot Server
Salah satu fitur terkenal di dalam mikrotik yang merupakan salah satu metode untuk memberikan akses/layanan internet di area public dengan melalui proses autentikasi, media yang digunakan bisa menggunakan kabel ataupun wireless.
Cara kerja dari hotspot server ini dalam bentuk sederhana, hotspot akan melakukan block semua akses user dan user akan diminta untuk melakukan login via web browser. Apabila username dan password yang diisikan oleh user cocok dengan database hotspot, maka layanan akses akan diberikan.
Keuntungan kita dengan mengunakan User Manager dan Radius Server ini adalah untuk lebih memudahkan kita dalam melakukan Manajemen User HotSpot, baik dalam pembuatan account secara massal ataupun pembuatan Kartu Member HotSpot, pembuatan Profile user, pengaturan bandwith user profile, monitoring user session atau user yang sedang aktif, memantau Log User, pelaporan / accounting / payment, dan lain-lain.
Langkah kerja :
1. Perhatikan pada Mikrotik Winbox dibawah ini, yang mana kita mengunakan eth1-gateway dan kita gunakan satu Interface LAN untuk broadcast wifi atau jaringan Internet HotSpot.
2. Pastikan Package UserManager sudah kita install pada Mikotik kita.
3. Setelah kita melakukan konfigurasi Mikrotik HotSpot pada artikel sebelumnya, selanjutnya kita tinggal melakukan sedikit perubahan. Langsung saja ke menu IP HotSpot pada option Server Profiles. Buka profile yang telah kita buat lalu pada option RADIUS kita check mark pilihan Use Radius dan kita pilih NAS port type nya.
4. Selanjutnya kita klik pada menu utama Winbox RADIUS, lalu tambah sebuah Radius Server dengan services : HotSpot, Login, Wireless. Pada address Radius Server kita isikan IP Public kita, misalnya : 200.200.200.203 dan isikan pula password-nya yang nanti akan kita entry pada Server Radius di konfigurasi User Manager. Selanjutnya pada menu INCOMING, kita checkmark Accept dengan port 3799 ( atau port yang kita kehendaki ).
Centang opsi PPP, karena user account PPP yang akan di management oleh Radius Server. Kemudian pada parameter “Address”, isi dengan IP address router Radius Server. Isi juga secret, yang nanti akan digunakan untuk authentifikasi dengan Radius Server.
5. Selanjutnya sekarang kita Login pada Web Configuration Usermanager. Cara aksesnya adalah : IP-Mikrotik:port/userman . Username dan password default Usermanager adalah admin tanpa password.

Akan muncul halaman login web-base UserManager, by default kita bisa login dengan user admin password kosong. Di halaman itulah kita akan setting UserManager.
6. Untuk menambahkan router radius client, masuk ke menu “Router”, kemudian klik “Add”. Selanjutnya pada menu Router, kita masukkan Nama Router ( bebas ), IP Radius Server ( IP Public ), Password Radius Server, serta Radius Incoming COA + Port 3799.

7. Selanjutnya pada menu Customer, masukkan data User admin Userman dan password serta profile perusahaan kita.
8. Selanjutnya pada menu Profiles, kita buat profile user dan profile limitations. Buatlan seperti contoh dibawah ini.
9. Buat juga beberapa profile sesuai kebutuhan anda.
Kita juga bisa mengatur limitation. Limitation ini yang nanti akan digunakan untuk memberikan limitasi beberapa parameter dan beberapa properties yang akan digunakan oleh user.
10. Selanjutnya pada menu User, kita akan membuat user hotspot secara massal atau generate user. Buatlah seperti contoh dibawah ini.
11. Berikut ini tampilan user yang telah kita generate dan siap digunakan untuk login Hotspot.
12. Selanjutnya kita akses internet, misalnya ke google.com maka akan muncul Login Page Mikrotik HotSpot kita. Lakukan Login dengan user yang telah dibuat tadi.
Ini berarti kita sudah berhasil login dan akses internet via Mikrotik HotSpot dan Usermanager dari Radius Server Mirkotik.
14. Perhatikan pada Mikrotik Winbox menu Active user. Disitu akan terlihat Status Useryang sedang aktif Login via Mikrotik HotSpot. Perhatikan juga menu Queue akan terpantau pemakaian bandwith dari user HotSpot.
Kita juga bisa melakukan monitoring user yang terkoneksi dari sisi Radius Server. Login terlebih dahulu ke web-base user manager, kemudian masuk ke menu “A Session” atau “A User”, A disini maksudnya adalah “Active”. Pada menu tersebut kita bisa melihat user yang sedang terkoneksi pada saat itu.
Fitur user menager ini akan mempermudah admin dalam mengelola user. Jika sebelumnya admin haru membuat user dan profile di masing - masing VPN Server, dengan Radius, cukup buat account di salah satu device yang menjadi Radius Server, maka account tersebut dapat digunakan untuk terkoneksi ke semua  atau beberapa VPN Server.

Senin, 16 November 2015

Cara Membuat VoIp Server Pada Ubuntu dengan Android sebagai Client

       Voice over Internet Protocol (jugadisebut VoIP, IP Telephony, Internet telephony atau Digital Phone) adalah teknologi yang memungkinkan percakapan suara jarak jauh melalui media internet. Data suara diubah menjadi kode digital dan dialirkan melalui jaringan yang mengirimkan paket-paket data, dan bukan lewat sirkuit analog telpon biasa. Definisi VoIP adalah suara yang dikirim melalui protokol internet (IP).

Cara Konfigurasi :

1. Buka terminal yang ada pada ubuntu.

2. Masukke super user denganscript :
          $sudosu

3. Instal asterisk dengan mengetikkan :
          #apt-get install asterisk






4. Tambahkanlah dibaris paling bawah dengan perintah dibawah untuk membuat akun sebagai clientnya, tambahkan sebanyak empat akun.

5. Lakukan konfigurasi untuk extension.conf :
    #nano extension.conf 

Tambahkan pada file seperti berikut :
[javedilha]
exten=>799,1,Playback(demo-echotest)
exten=>799,2,Echo
exten=>799,3,Playback(demo-echodone)

exten=>800,1,Dial(SIP/800,20)
exten=>800,2,Hangup()

exten=>801,1,Dial(SIP/801,20)
exten=>801,2,Hangup()

exten=>802,1,Dial(SIP/802,20)
exten=>802,2,Hangup()

exten=>803,1,Dial(SIP/803,20)
exten=>803,2,Hangup()
 6. Restart asterisk :
     #/ etc/init.d/asterisk restart 


7. Buka software x-lite pada PC1 sebagai client. Isi penyetingan SIP Account
8. Maka setelah pengisian akan muncul gambar seperti dibawah ini dengan Account Name yang dibuat  sebelumnya.

9. Buka software x-lite pada PC2 sebagai client dan tambahkan pada SIP Account yaitu : Account Name, User ID, Domain, Password dan Display name sesuai dengan pengkonfigurasian sebelumnya.
10. Pada client 2 pun akan menampilkan Account Name yang telah dibuat atau diatur pada SIP Client.
 11. Lakukan pengetesan atau call satu sama lain untuk membuktikan tersambung atau tidaknya client 1 dan client 2. Percobaan Selesai.

Jumat, 13 November 2015

Konfigurasi Hotspot dan DHCP NAT

      
Hotspot adalah sebuah titik yang memancarkan koneksi jaringan / internet melalui frekuensi tertentu yang apabila ditangkap oleh perangkat penerima pada sebuah komputer akan memungkinkan komputer tersebut terhubungkan ke jaringan / internet. Hotspot biasanya dipancarkan oleh sebuah perangkat Wifi (Wireless Fidelity) yang dapat digunakan secara efektif pada radius tertentu dari perangkat tersebut.
        Biasanya HotSpot dioperasikan di tempat umum, seperti, Cafe, Mall, dan kampus. Access Point yang digunakan umumnya tidak dimodifikasi antenanya, sehingga kemampuannya memang dibatasi hanya untuk ruangan terbatas saja. Jadi jaringan Wireless di sebuah kota, RT/RW-net bukan kategori HotSpot.
         Fungsi Hotspot dalam jaringan wireless adalah sebagai pusat pemancar/penerima jaringan LAN (Local Area Network) yang kemudian Hotspot tersebut biasanya terhubung ke Internet. Sehingga laptop/netbook yang berada pada area jangkauan Hotspot dan kemudian terhubung dengan jaringan hotspot itu maka biasanya akan bisa terhubung ke internet.
      WiFi adalah kependekan dari “Wireless Fidelity” merupakan sebutan untuk standar jaringan atau network nirkabel (tanpa kabel) dengan menggunakan Frekuensi Radio yang sering dikenal dengan Radio Frequency (RF). Di mana ketika awalnya Wi-Fi hanya ditujukan untuk pengunaan perangkat nirkabel (jaringan tanpa kabel) dan Local Area Network (LAN), namun pada saat ini WiFi lebih banyak digunakan untuk mengakses jaringan internet. Sehingga dalam hal ini sangat memungkinan jika seseorang dengan komputer yang berisikan fitur wireless card ataupun PDA (Personal Digital Assistant) untuk bisa terhubung dengan internet dengan menggunakan titik akses atau yang lebih dikenal dengan sebutan istilah “hotspot”.
Keuntungan jika menggunakan WiFi yaitu sangat praktis, dimana komputer dapat terhubung ke dalam jaringan tanpa membutuhkan perantara kabel.


       NAT (Network Address Translation) atau Penafsiran alamat jaringan adalah suatu metode untuk menghubungkan lebih dari satu komputer ke jaringan internet dengan menggunakan satu alamat IP. Banyaknya penggunaan metode ini disebabkan karena ketersediaan alamat IP yang terbatas, kebutuhan akan keamanan (security), dan kemudahan serta fleksibilitas dalam administrasi jaringan.
NAT merupakan salah satu protocol dalam suatu sistem jaringan, NAT memungkinkan suatu jaringan dengan ip atau internet protocol yang bersifat privat atau privat ip yang sifatnya belum teregistrasi di jaringan internet untuk mengakses jalur internet, hal ini berarti suatu alamat ip dapat mengakses internet dengan menggunakan ip privat atau bukan menggunakan ip public, NAT biasanya dibenamkan dalam sebuah router, NAT juga sering digunakan untuk menggabungkan atau menghubungkan dua jaringan yang berbeda, dan mentranslate atau menterjemahkan ip privat atau bukan ip public dalam jaringan internal ke dalam jaringan yang legal network sehingga memiliki hak untuk melakukan akses data dalam sebuah jaringan.

Berikut Konfigurasinya :


1. Tentukan interface yang akan dibuatkan hotspot. Karena kita akan membuat hotspot via wifi maka pilih interface wlan. Disini saya asumsikan menggunakan wlan1. Aktifkan wlan1 dan gunakan mode AP Bridge, isikan SSID dengan nama hotspot anda.
2. Beri IP address interface wlan1. 
   --> Address 10.10.1.1/24
   --> Network 10.10.1.0. Lalu Klik OK.

3. Buat Hotspot untuk wlan1. Untuk lebih mudah nya menggunakan wizard Hotspot Setup. Masuk ke menu IP --> Hotspot --> Hotspot Setup

4. Pilih Hotspot Interface : wlan1 --> klik Next

5. Selanjutnya mengisikan IP address dari wlan1 dan centang Masquerade Network. klik Next




6. Menentukan range IP address yang akan diberikan ke user (DHCP Server), misal : 192.168.100.10-192.168.100.254. Jadi user akan diberikan IP secara otomatis oleh DHCP Server antara range IP tersebut.
 
7. Memilih SSL certificate. Pilih none saja, klik Next.

8. IP Address untuk SMTP Server kosongkan saja. Klik Next

9. Memasukkan alamat DNS Server. Isikan saja dengan DNS Server nya Google : 8.8.8.8 dan 8.8.4.4. Klik Next.
10. Memasukkan nama DNS untuk local hotspot server. Jika diisi nantinya akan menggantikan alamat IP dari wlan1 sebagai url halaman login. Jika tidak diisi maka url halaman login akan mengguakan IP address dari wlan1. Kosongkan saja, klik next.


11. Hotspot sudah berhasil dibuat. Silakan anda coba koneksikan laptop anda ke wifi hotspot anda.


13. Silakan coba login dengan username : admin dan password : kosong. 
14. Jika berhasil login berarti Hotspot sudah berhasil.
15. Untuk mengedit dan menambahkan user silakan masuk ke menu IP --> Hotspot --> klik tab Users
 16. Setting NAT untuk ISP
17. Setelah di OK kan maka akan terhubung. Lakukan pengetesan IP atau ping IP pada Cmd. Percobaan selesai.